Pages

Showing posts with label butik kopi. Show all posts
Showing posts with label butik kopi. Show all posts

Thursday, 25 August 2011

Story about the Coffee Club, Jakarta


September 2011 lalu Ceritaperut berkesempatan untuk bertemu salah satu tokoh perencana keuangan di Indonesia, Pak Safir Senduk @safirsenduk , kebetulan beliau menyarankan untuk meeting di Coffee Club yang terletak di Plaza Senayan

coffee club di Plaza Senayan
sumber gambar : makanmakanyuk.blogspot.com

Letak “tempat nongkrong” yang cukup nyaman ini memang agak “menyempil” tapi suasana di tempat ini sangat nyaman untuk digunakan sebagai meeting atau sebagai tempat kerja kedua selain kantor.
Pada saat melihat menu nya, saya sangat tergoda dengan cappuccino nya, ternyata begitu kopi nya sampai… Taraaaaaa….. ternyata disajikan dengan taburan coklat bubuk dan juga “sepotong” cinnamon stik yang bisa digunakan untuk mengaduk.

coffee capuccino dengan stick cinnamon

Ketika dicoba untuk diminum tanpa gula, ternyata rasa kopinya terasa enak, tapi buat yang tidak “kuat rasa pahit” tidak disarankan untuk menikmati nya tanpa gula :D anyway this place recommended buat pecinta kopi or sekedar cari tempat santai wi-fi an dan meeting :)

 this article is written by @saritasutedja

Saturday, 9 July 2011

Kopi Taloe Bukittinggi, kopi unik dengan campuran telur 1/2 matang

Satu lagi liputan dari Kopitiam Oey nya Pak Bondan yang menyimpan berjuta kuliner unik :) yang ini adalah kopi bernama Kopi Taloe Bukittingi.. kopi khas Bukittinggi ini unik banget karena dicampur dengan telur setengah matang :) dan Taloe adalah nama salah satu kota/daerah di sana..


Bagi pecinta kopi perlu di coba untuk experience! Bagi peminum kopi standar seperti kami cukup sekali saja nyobanya karena pahit bangetttt :D :D

Tuesday, 7 June 2011

Butik kopi Tator, sambil menyimak sejarah di balik kenikmatan Kopi Toraja :)

Janjian meeting di Senayan City, akhirnya seroang teman mereferensikan sebuah coffee shop unik bernama Tator :) 


Tator ini kalo ga diperhatikan mungkin ga ngeh ya dari bahasa apa, tapi sebenarnya Tator ini berasal dari kata Tanah Toraja :) mungkin bagi pecinta kopi sebenarnya sudah bisa menebak asal kata Tator ini :)

Tempat yang kami kunjungi yang di Senayan City ini cukup nyaman, memang ga begitu luas, tapi untuk meeting atau spot nongkrong sambil membaca atau mengerjakan tugas enak banget :) terus teman yang mengajak kami ini memang sudah sering nongkrong di sini dan dia sudah tau cemilan andalannya, ternyata sebakul kecil singkong goreng :)




Minuman yang kami pesan di antaranya adalah ice lemon tea, dan ice lemon teanya enak :) karena asam dan bisa nambah gula sendiri jadi ga kemanisan seperti yang selalu terjadi di restoran fast food :D trus ada juga sebuah minuman unik soda dengan campuran buah :)



O ya di Tator ini orang banyak hunting Kopi Luwaknya, seperti yang kita ketahui kopi dari "buangan" si luwak ini cukup mahal dan dicari para pecinta kopi dan katanya enak.. buat yang sudah pernah coba kopi luwak ditunggu sharing nya :)




sumber gambar : www.tatorcafe.com (4 di atas)

Sejak tahun 1998 setelah butik pertama mereka di Plaza Senayan, sekarang cukup banyak butik kopi Tator ini :
2.
Tel 5725557
3.
Tel 5725557



Supaya kita bisa lebih meresapi si kopi asal Toraja ini spesial berikut adalah kisahnya :)

KOPI Toraja telah melanglang hingga ke café-café ternama seantero dunia. Tana Toraja adalah sebuah kabupaten di pegunungan Sulawesi Selatan, berjarak 300 kilometer dari Makassar--  ibukota provinsi itu. Meski tak setenar Toraja, daerah-daerah di sekitarnya juga produsen kopi bermutu: Kalosi di Enrekang dan Mamasa.

Kopi Toraja sebagian besar ditanam di perkebunan kecil milik penduduk di lereng-lereng gunung. Orang Toraja dikenal karena mampu memelihara tradisi yang sudah berumur ratusan tahun. Salah satunya adalah upacara pemakaman Rambu Solo’ yang mengundang wisatawan dalam dan luar negeri. Sama seperti pesta-pesta adat yang ritualnya sudah berlangsung turun-temurun, proses pengolahan kopi juga melalui tradisi yang berumur ratusan tahun.

Perjalanan kopi ini hingga bisa go international juga telah melalui proses panjang. Pada awalnya Pemerintah Kolonial Belanda mengetahui keberadaan “harta karun” ini. Mereka sempat membuka perkebunan kopi seluas 300 hektar dan menamainya Kalosi Celebes Coffee. namun tidak berlanjut. Lalu, dengan masuknya Jepang di Indonesia, biji kopi ini sempat diperkenalkan ke negara itu.

Baru kemudian pada 1973, sebuah perusahaan kopi Jepang -- datang ke Indonesia menapaktilasi daerah pedalaman Ballokan, Tana Toraja yang merupakan perkebunan kopi bekas peninggalan Belanda. Mereka meyakini industri kopi Toraja akan bangkit kembali di dunia internasional jika prasarana di daerah itu dibenahi. 

Pada 1976, terbentuklah kerjasama Jepang dan Indonesia : Toarco- Toraja Arabica Coffee dan dimulailah persemaian benih untuk rencana penanaman seratus hektar dan dipasarkan di Jepang dan sampai ke berbagai belahan dunia.

Kini, dengan standar yang sebagian besar sudah baku, kita dengan mudah menemukan kopi Toraja berkualitas baik dimana saja. Bahkan, pemerintah daerah kini sedang mengembangkan lahan 1200 hektar untuk pengembangan kopi organic di Kecamatan Sesean dan Rindingallo di Toraja Utara. Di daerah lain, seperti Enrekang dan Pegunungan Latimojong, juga akan dikembangkan pula usaha serupa. Dan.. kopi yang banyak dimaknai sebagai "Kopi misterius yang kini hidup kembali” ini jadi kebanggan Indonesia kita :)

sumber : chajosun-inc.blogspot.com, torajacybernews.blogspot.com 

Enak Juga