Pages

Showing posts with label kuliner mudik. Show all posts
Showing posts with label kuliner mudik. Show all posts

Tuesday, 30 August 2011

#Kulinermudik Pantura Pekalongan-Semarang-Rembang ala PakBondan

sumber gambar : detikfood.com



Kudus, Demak, Pati, dan Desa Tuyuhan menyimpan kuliner yang sayang untuk dilewatkan saat Anda melintas di jalur ini. Resto mana saja yang dapat Anda singahi? Intip dulu di sini!

Di lintasan Pekalongan-Semarang yang berjarak sekitar 100 km ini Anda harus cukup puas dengan warung-warung yang banyak dijumpai. Kota berikutnya yang saya rekomendasikan untuk dijelajahi adalah Semarang. Kota besar ini punya peta kuliner yang sangat ekstensif. Silakan membeli buku panduan kuliner tentang Semarang yang sudah cukup banyak tersedia di toko buku. Panduan singkat dalam boks di atas mungkin juga bermanfaat bila Anda tidak punya terlalu banyak waktu.

Lewat Semarang, kota pertama yang Anda singgahi adalah Demak. Satu-satunya rekomendasi saya di Demak adalah asem-asem daging sapi yang berkuah segar di RM Rahayu, di dekat alun-alun Masjid Raya Demak. Tetapi, bila lapar belum mendesak, teruslah berkendara ke Kudus dengan tawaran kuliner yang lebih istimewa.

Di Kudus, jangan lewatkan singgah ke RM Sari Rasa (Jl. AKBP Agil Kusumadya 20, 0291 442218, jalan protokol yang pasti Anda lewati bila melintasi Kudus). Yang "mati-mati-mesti-coba" di sini adalah garang asem ayam. Potongan ayam kampung dengan bumbu blimbing wuluh, cabe rawit dan bawang putih, dikemas dalam daun pisang lalu dikukus. Puedesss dan suegerrrr.

Di jalan protokol ini juga ada soto dan sate kerbau Karso-Karsi yang banyak disinggahi orang. Soto Kudus – soto ayam berkuah bening, encer, segar – yang direkomendasikan adalah Pak Denuh (Jl. AKBP Agil Kusumadya) dan Bu Jatmi (di Panjunan). Sate kerbau favorit saya berlokasi di halaman showroom Mitsubishi (hanya buka pagi). Sate Kerbau Pak Jastro ini potongan dagingnya besar-besar, sementara yang lain kebanyakan model sate laler yang ukuran dagingnya super-mini.

Alamat lain yang gampang disinggahi di Kudus adalah Pusat Jajan Simpang Tujuh (Taman Bojana) di pusat kota. Di sini banyak warung dengan sajian soto dan nasi pindang (campuran soto dan rawon dengan daun melinjo, dari daging sapi). 

Saya juga tidak pernah melewatkan satu masakan khusus yang dikenal dengan nama Opor Sunggingan (karena dulunya berasal dari Desa Sunggingan). Sekarang punya gerai di tengah kota (Jl. Nitisemito 9, 0291 446262), sehingga lebih mudah ditemukan.

Cara memasak opor ayamnya sangat khas. Ayam kampung utuh diisi rongga perutnya dengan bumbu opor, lalu direbus dengan santan. Setelah masak, ayamnya ditiriskan, lalu dibakar. Ayam bakar ini kemudian disuwir-suwir dan disajikan dengan kuah opor dan sambal goreng tahu. Wajib dicoba.

Kota berikutnya adalah Pati dengan suguhan khusus yang disebut nasi gandul. Tidak ada yang dapat menjelaskan secara tepat dari mana nama ini berasal. Satu-satunya penjelasan umum yang agak masuk akal adalah bahwa nasi putihnya selalu disajikan di atas piring beralas daun pisang. Setelah disiram kuah, maka nasinya seperti "nggandul" di atas piring.

Kuah nasi gandul sangat gurih – cross antara soto + gulai + rawon. Isinya adalah daging sapi dan jeroan yang kemudian digoreng dan digunting-gunting kecil bite-size, ditaburkan di atas nasi, dan disiram kuah super-gurih itu. Favorit saya adalah Nasi Gandul H.A. Warsimin (Jl. Kyai Pupus 33, Desa Gajah Mati RT 03/02, 0295 382639).

Selepas Pati, ada satu kota kecil yang wajib disinggahi, yaitu Juwana. Sesampai di alun-alun, belok kiri ke Jalan Silugonggo 18A, tepat di depan kantor Polsek, ada sebuah warung sederhana dicat merah muda. Warung Sederhana

(08882494280) ini terkenal dengan sajian mangut ikan pari dan mangut kepala manyung super-pedes. Mangut adalah gulai pedas khas pesisir Jawa Tengah. Kalau makan di sini, keringat sampai menetes dari ubun-ubun. Udang gorengnya istimewa, begitu juga berbagai lauk lainnya.

Kota berikutnya menjelang perbatasan Jawa Timur adalah Rembang. Sajian yang patut disinggahi di sini adalah sate srepeh, sate ayam yang disiram dengan kuah santan berwarna jingga. Yang paling terkenal adalah Warung Ibu Priyono di Jalan Dr. Wahidin (jalan utama Kota Rembang). Warungnya menempel di depan sebuah rumah kuno. Ratusan tusuk sate ayam sudah dibakar

dan ditumpuk di angkringnya. Tamu mengambil sendiri sate ayam kampung ini (dihitung per tusuk, bukan per porsi), lalu disiram kuah srepeh yang gurih. Sate ini dimakan sebagai lauk lontong tahu yang disiram kuah lodeh. Sungguh khas.

Selepas Rembang, menuju Lasem, Anda akan melintasi Desa Tuyuhan dengan sederet penjual lontong Tuyuhan yang terkenal. Makanan rakat murah-meriah ini mirip lontong opor ayam dengan tendangan bumbu yang lebih nonjok (trasi, jintan, kencur, lengkuas, dll).



sumber : detikfood.com

Sunday, 28 August 2011

Rekomendasi #kulinermudik jalur Jakarta-Cirebon ala PakBondan

sumber gambar : didisadili.blogspot.com


Setiap tahun eksodus Idul Fitri membuat jutaan orang melintasi jalur padat sepanjang Pantura (Pantai Utara) Jawa. Makanan apa saja yang tidak boleh dilewatkan di lintasan Jakarta-Cirebon? Artikel ini saya tulis atas permintaan majalah U, tetapi agar lebih mudah diakses melalui Internet.

Etape pertama dari Jakarta hingga Cirebon – khususnya di lintasan tol Jakarta-Cikampek – mungkin para musafir belum memerlukan perhentian untuk minum dan makan. Semangat masih tinggi, dan mungkin pula kebanyakan berpikir untuk "berlari kencang" sebelum terjebak kemacetan. Tetapi, seandainya sudah ada yang memerlukannya, ada beberapa SPBU (kilometer 19 dan kilometer 57) dengan tawaran kuliner yang cukup lengkap.

Bisa juga keluar sejenak di San Diego Hills (taman pemakaman eksklusif) yang punya restoran La Collina. Penggemar kuliner mungkin mempertimbangkan untuk mencicipi surabi ijo di Rengasdengklok (Pak Kosim, 0276 435032). Penggemar pepes ikan tentu tahu sebuah warung di Bendungan Walahar yang sangat populer dengan berbagai jenis pepes khas Sunda. Bila tidak mau terlalu jauh menyimpang dari jalan tol, silakan singgah di cabangnya di Klari (0267 435032).

Bila sudah lapar ketika mencapai Indramayu, makanan khas yang dapat dicoba adalah pedesan entog (masakan pedas semacam rica-rica dari entog atau bebek gemuk berleher pendek) di Warung Mang Kombet (Depan Stadion Darma Ayu, Karanganyar, Indramayu, 081912924634). Warung murah-meriah dengan sajian yang unik. Waspada, kalau tidak biasa pedas, jangan makan terlalu banyak karena mungkin Anda akan memerlukan toilet sepanjang etape berikutnya.

Pilihan lain di Indramayu adalah RM Kuning Ayu (Jl. Letjen Suprapto 314, dekat Tugu Buah Mangga, 0234 271814). Menu spesial yang khas adalah pepes telur ikan dan pepes rajungan. Sebelum masuk Kota Cirebon, ada makam keramat Sunan Gunung Jati yang banyak diziarahi orang.

Cirebon menyambut Anda dengan berbagai jenis makanan khas. Salah satunya adalah empal gentong, yaitu masakan semacam soto daging sapi. Favorit saya adalah empal gentong spesial dengkil (lutut sapi) Mang Kojek di Trusmi (desa sentra batik, persis sebelum memasuki Kota Cirebon). Coba juga Empal Gentong Ibu Hj. Darma (Jl. Slamet Riyadi, Krucuk, sebelah BTN, 0231 245069). Ada juga empal gentong asam dengan citarasa segar yang khas di RM Amarta (Jl. Raya Plered, dekat Jembatan Gesik, 0852 24803040).

Masakan Cirebon khas lainnya adalah nasi jamblang. Nasinya dibungkus daun jati, dengan berbagai lauk khas Cirebon a.l. balakuthak (semacam cumi-cumi berbadan gendut) dengan sambal jamblang yang sangat khas. Yang paling populer adalah Nasi Jamblang Mang Dul (Jl. Dr. Cipto 4, Seberang Matahari Grage Mall, 0231 206564). Favorit saya adalah nasi jamblang yang berlokasi di gapura pintu masuk Pelabuhan Cirebon. Di sini nasinya panas dan tidak dibungkus daun jati.

Penggemar gado-gado tidak boleh melewatkan Gado-gado Cirebon RGG (Ibu Yeti, Jl. Pekalangan 114/66, dekat Stasiun KA Prujakan, 0231 236395). Saus kacang untuk gado-gadonya disiram kuah opor aya,. Sangat khas.

Sekalipun saya kurang menyukainya, tetapi Cirebon juga punya mi koclok spesial, yaitu mi kuning rebus disajikan dengan kuah kental bersantan dan suwiran ayam rebus. Coba Mi Koclok Pak Sam (Jl. Lawanggada, tenda di depan rumah no. 41). 

Makanan khas lainnya di Cirebon adalah nasi lengko. Nasi dengan lauk tahu putih yang digoreng basa-basi, dipotong kecil-kecil dengan taburan tauge rebus, ketimun, kucai disiram bumbu kacang, kecap manis dan bawang goreng. Yang populer berlokasi di Jalan Pagongan. Jangan lewatkan, di sebelah warung ini ada penjual tapel pisang – kue dari pisang bakar dengan citarasa yang sangat khas dan unik. Ada juga jajanan tahu gejrot yang biasa dijual di pinggir-pinggir jalan.

(dev/dev)
 sumber : detikfood.com


Rekomendasi #kulinermudik jalur Cirebon-Tegal versi Pak Bondan

Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape Cirebon -Pekalongan hari ini. Jika perlu tempat perhentian untuk mengisi perut sore nanti, intip dulu yang satu ini.


Mungkin sekali lalulintas sudah semakin padat di etape ini, sehingga diperlukan lebih banyak tempat perhentian untuk mengisi perut. Di lintasan Cirebon-Tegal, mungkin Anda harus puas dengan beberapa rumah makan padang yang banyak didapati di lintasan ini. Di Brebes ada oleh-oleh spesial yang boleh dihampiri, yaitu tape ketan dibungkus daun jambu. Cocok untuk dibawa sebagai buah tangan (Tape Ketan Ibu Ono, Gg. Darussalam 77, Brebes, 0283 671281). Telur asin Brebes juga merupakan oleh-oleh yang populer.

Tegal punya pilihan kuliner yang kaya. Warung murah-meriah favorit saya adalah RM Pi An, di depan Stasiun KA Tegal. Gule kambingnya enak,j uga nasi lengko-nya tidak boleh dilewatkan. Bungkus juga pisang gorengnya yang istimewa untuk bekal di perjalanan.

Sate kambing muda khas Tegal, bagi saya, adalah salah satu jenis sate kambing terbaik di Indonesia. Istilah "balibul" adalah untuk kambing yang berusia di bawah lima bulan. Sekarang muncul versi yang lebih muda, yaitu "batibul" alias bawah tiga bulan. Salah satu alamat yang direkomendasikan adalah Sari Mendo (Jalan Teuku Umar, Debong, Tirus).

Bila Anda bukan penyuka sate kambing, pilihannya adalah sate ayam Margasari yang buka cabang di Jl. A. Yani (seberang Toko BatikKrisna). Potongan ayamnya besar-besar, disiram bumbu kental berwarna kuning yang sangat gurih.

Tegal juga punya soto ayam yang khas, dengan bumbu tauco. Di daerah Talang (jalan menuju Slawai) dapat dijumpai beberapa warung soto dengan label "Sedap Malam". Yang asli dari seri "Sedap Malam" ini adalah Daan Jenggot yang kini diteruskan oleh anak laki-lakinya.Warung-warung soto “Sedap Malam” lainnya dioperasikan oleh kerabat dan bekas karyawan Daan Jenggot.

Warung lain yang saya rekomendasikan di Tegal adalah Warung Alwi (Jl.Setiabudi). Warung ini menyediakan nasi bakmoy, ca rebung dan sekitar 25 masakan peranakan lain, seperti: rebung, yupo asam manis, dan lain-lain. Warung ini baru buka setelah magrib. Ada juga nasi bogana khas Tegal di sebuah warung kecil di dekat Klenteng Tegal.

Bila Anda memerlukan toilet bersih setelah melintasi Tegal, singgahlahd i SPBU, sekitar 3 km setelah Tegal. Ini tempat persinggahan populer karena punya 67 toilet (Rekor Muri), lengkap dengan tempat pijat refleksi dan tempat tidur gratis untuk rehat sejenak. Di antara Tegal-Pemalang km 7 juga ada sebuah rumah makan yang direkomendasikan untuk disinggahi, yaitu Restoran Pringsewu (0283 3318138) dengan sajian ayam kremes dan tempe mendoannya yang populer.

Kota berikut yang akan Anda singgahi adalah Pemalang. Di Desa Kendaldoyong (sebelum Pemalang, jalan Raya Petarukan) Anda akan menemukan Kepiting Gemes Pak Marno. Kepiting dengan saus yang rasanya mirip rendang, tetapi tanpa santan Tetapi, bila Anda bisa bersabar sebentar, teruslah mengemudi sampai ke Comal dan singgah di RM Prima (Jl. A. Yani 31-33, Comal, 0285 577272, 7911100). Tempatnya lebih representatif, dengan berbagai sajian kepiting dan seafood lainnya.
Masakan kepiting seperti ini juga dapat dijumpai di Pekalongan,disajikan oleh Bang Kombor, di Jl. Belimbing.

Pemalang juga terkenal dengan sajian bernama grombyang, semacam hibrida antara soto dengan gulai dan rawon, dari daging sapi atau daging kerbau. Yang paling populer adalah grombyang Haji Warso (Jl. RE Martadinata). Ada juga Sate Loso, persis di persilangan KA memasuki Kota Pemalang. Sate Loso agak mirip dengan sate ayam Margasari di Tegal tadi.

Memasuki Kota Pekalongan, Anda harus siap dengan tawaran Pekalongan yang memang spesial. Soto Pekalongan yang super-gurih dengan taucodisebut tauto. Dulu, semua tauto harus dibuat dari daging kerbau,tetapi sekarang sudah banyak tauto versi daging sapi. Favorit saya adalah Tauto PPIP (Jl. Dr. Wahidin).

Ikon kuliner Pekalongan lainnya adalah nasi megono. Ada dua jenis nasi megono: basah dan kering. Yang paling umum adalah nasi megono kering,yaitu nasi putih dicampur dengan nangka muda rebus dicincang dan parutan kelapa. Dimakan dengan berbagai lauk-pauk, khususnya masakan cumi dengan tinta hitamnya. Favorit saya adalah Nasi Megono Pak Tjukup (keturunan Tionghoa) di Jalan Mangga. Lauknya sangat beragam di rumah makan ini. Nasi megono basah dibuat dengan campuran rebung, cepat basi kalau tidak segera disantap. Versi ini sudah semakin jarang dijumpai.

Ada lagi satu tempat makan khas di Pekalongan yang saya sukai, yaitu RM Zarkasi (Jl. Sulawesi 52) yang populer dengan nasi uwet (gule encer dari usus kambing). Bila Anda penggemar nasi kebuli, singgahlah keRM Puas (Jl. Surabaya 32).




sumber : detikfood
(bon/Odi)

Enak Juga